Minggu, 18 Desember 2022
LOKAKARYA 3 PROGRAM GURU PENGGERAK
Senin, 05 Desember 2022
LOKAKARYA 2 PGP ANGKATAN 6 DIY
Proses
Pembelajaran di pendidikan Guru Penggerak merupakan sebuah perjalanan panjang
pengembangan kompetensi dan dilakukan dengan melibatkan ekosistem sekolah, Prakarsa
perubahan yang dilakukan seorang calon Guru Penggerak diharapkan bisa diimplementasikan di sekolah, dan budaya
positif tidak hanya untuk diri Calon Guru Penggerak tetapi nantinya bisa
dilaksanakan di tingkat sekolah. Kegiatan Lokakarya merupakan sebuah kegiatan
yang mengumpulkan secara luring para peserta agar mereka dapat saling kolaborasi, berbagi dan saling memberi masukan atau umpan balik dari rencana
dan aksi nyata yang akan diimplementasikan di sekolah. Menariknya karena peserta
terdiri dari berbagai tingkatan maka para CGP akan mendapat masukan dari
berbagai sudut pandang yang akan membuat karya mereka lebih kaya. Pembelajaran
melalui daring yang dilakukan peserta lewat modul dan aksi nyata yang sudah
dilakukan peserta perlu mendapatkan penguatan melalui kegiatan luring.
Lokakarya 2 ini adalah kegiatan luring untuk kegiatan pendalaman peserta
PGP terhadap modul 1.3 dan 1.4.
LOKAKARYA 1 PROGRAM GURU PENGGERAK ANGKATAN 6 DIY
Proses
Pembelajaran di pendiidkan Guru Penggerak merupakan sebuah perjalanan panjang
pengembangan kompetensi dan dilakukan dengan melibatkan ekosistem sekolah, dan
komunitas yang ada di sekolah, guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran
diharapkana bisa mengerakkan komunitas yang ada atau membentuk komunitas yang
baru bila komunitas tersebut belum ada di sekolahnya.
Kegiatan lokakarya 1 berjalan dengan lancar sesuai rencana dengan tahapan yang ada. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dari awal sampai akhir, yang bisa ditunjukkan dari hasil pengisian evaluasi lokakarya yang menunjukkan baik .Tujuan belajar pada kegiatana tercapai dengan indicator yang diharapkan dapat terpenuhi. Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan peserta menyimpulkan bahwa komunitas praktisi sangat penting keberadaannya dan setiap CGP memiliki peran sangat besar dalam menggerakkan komunitas praktisi melalui 3 tahapan yaitu merintis, menumbuhkan, dan merwat berkelanjutan
Rabu, 07 September 2022
LOKAKARYA ORIENTASI GURU PENGGERAK ANGKATAN 6 DIY 2022
Kegiatan pembelajaran
berjalan dinamis sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat oleh BBGP Propinsi DIY yang terdiri dari 10 kegiatan. Mulai dari
pembukaan, kekhawatiran dan harapan, perjalanan guru penggerak, posisi diri,
rencana pengembangan 1, rencana pengembangan 2, portofolio digital sampai dengan refleksi dan penutupan. Peserta
mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif dalam kegiatan baik memberikan respon
dengan menjawab maupun bertanya. Bahkan ice breaking dapat dilakukan dengan
melibatkan para peserta. Pada sesi 2 awal, peserta sempat terlihat tegang,
dimungkinkan karena sinyal di wilayah
gunungkidul yang sedikit terganggu, dan para peserta sedang beradaptasi dengan system
yang ada. Pada sesi 2 kegiatan interaktif dapat
berjalan dengan baik dan dapat melibatkan CGP,Kepala sekolah serta Pengawas sekolah.
Produk yang
dihasilkan dalam kegiatan lokakrya ini adalah 1) kesepakatan antara CGP dan
kepala sekolah peserta PGP, 2) peta diri yang terdiri asesmen mandiri peserta
untuk cek kompetensi yang dimiliki, kemudian hasil asemen dievaluasi oleh CGP
3) rencana pengembangan diri CGP selama 6 bulan ke depan.
Tujuan pembelajaran
pada kegiatan lokakarya ini dapat tercapai dengan baik, yaitu memahami program
guru penggerak baik alur,peran tim
pendukung dan kompetensi lulusan, guru penggerak dapat mengidentifikasi posisi
diri pada kompetensi guru penggerak, guru penggerak dapat membuat rencana pengembangan,
dukungan dan tantangan, guru penggerak memahami pentingnya membuat portofolio
digital sebagai bagian dari penggembangan kompetensi, bukti produk dikumpulkan oleh CGP, sebagai pijakan untuk
melaksanakan kegiatan PGP selama 6 bulan, dan telah mendapat dukungan dari
Kepala Sekolah masing- masing.
Kesimpulan dari
kegiatan ini adalah tercapainya tujuan belajar pada lokakarya orientasi oleh 7
peserta guru pengggerak dengan tim pendukung PP Siti khasanah pada kelas F baik
mengidentifikasi harapan, kehawatiran PGP, mengidentifikasi tantangan dan
merencanakan pengembangan kompetensi diri.
Kamis, 30 Juni 2022
SMKN1
Saptosari tempat kami belajar terletak
di JL Panggang Wonosari Saptosari Gunungkidul. Memasuki halaman sekolah ini ,
terasa, bangunan yang tertata dan tercat warna warni, dengan garis garis hijau
sebagai lokasi pejalan kaki. Pagi hari tampak
Bapak ibu guru di depan gerbang sekolah, mengucapkan salam , tersenyum Ceria menyambut kedatangan anak. Aktivitas pagi
dimulai dengan masuk kelas masing-masing, anak mengikuti pelajaran dengan diampu
guru masing-masing baik pelajaran normative adaptif di kelas, di lapangan ataupun di bengkel atau
laboratorium bagi yang produktif. Kadang
tampak anak -anak memegang HP untuk pembelajaran, mencari materi atau membuat
video. Berbagai variasi kegiatan sudah dipilih bapak ibu guru untuk aktivitas
pembalajaran di sekolah. Di sekolah kami bapak ibu berwajah ceria dalam menghadapi anak, sesekali tampak mereka
berbicara serius atau terpantau berbisik-
bisIk, rupanya proses coaching terhadap anak- anak yang membutuhkan perhatian
tetap akan ada di sudut- sudut sekolah.
Kadangkala pukul
07.00, masjid sekolah tampak ramai, untuk kelas yang mendapat jadwal karakter dan ketaqwaan , dimana anak melakukan kajian pagi , baca al quran
maupun mendengarkan kajian. Bagi yang beragama selain Islam, ada kegiatan juga
di perpustakaan atau aula sekolah. Bahkan sebelum pukul 06.30, sudah ada anak-
anak di lapangan yang memilih menjadi peserta kesemaptaan, untuk memupuk kemampuan fisik dan kepemimpinan.
Kegiatan sekolah ini sangat beragam, untuk kepentingan anak dan berdampak
positif pada anak. Anak berkegiatan di
sekolah sampai sore tanpa ada perasaan jenuh.
Ada satu hal
sangat menarik perhatian yaitu tentang sampah dan pembuangannya. Masih kami
dapati anak - anak yang membuang sampah sembarangan, memasukkan sampah dalam
laci , seandainya buang sampah ,kurang memperhatikan jenis- jenis sampah,
walaupun sudah ada tempat sampah yang
dipilah.
Kegiatan
hukuman kadang masih berlangsung untuk
mengembalikan ketertiban bila ditegur anak tidak mengindahkannya. Berdasarkan prinsip pendidikan yang
memerdekakan, dimana tanggungjawab di bangun atas dasar kepahaman, memahami tentang displin positif dan mengubah hukuman menjadi konsekuensi, maka muncul sebuah prakarsa
perubahan yang dapat dikembangkan di
sekolah dalam pembelajaran.
Tantangan
berupa kekurangpaham anak terhadap sampah, dampak dan kegunaannya akan
diubah melalui pembelajaran yang
menyenangkan yaitu model PJBL. Anak akan
di rangsang untuk membentuk kelompok dan mencari tema, berdiskusi, riset sampai
menampilkan aksi nyata berupa kampanye dan pembuatan produk daur ulang.
Nantinya diharapkan muncul aksi nyata anak tergerak untuk mensosialisasikan
atau mengkampanyekan pembuangan sampah pada tempatnya, memilah sampah serta
produk daur ulang kepada semua warga sekolah. Diharapkan dengan pembelajaran ini anak akan
lebih mencintai kebersihan, membuang sampah pada tempatnya dan dipilah, saling
mengingatkan bahkan mampu menubah sampah menjadi produk yang berguna. Semua itu
merupakan upaya pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas,
komunikasi kerjasama dan tanggungjawab
anak terhadap lingkungan
Rabu, 29 Juni 2022
PUISI PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN.
Pendidikan yang dilakukan untuk merdeka (berangkat dari kemampuan diri, mandiri dan bertanggungjawaba), dilakukan secara kontinyu (berkesinambungan) , konvergen tetap berpijak pada budaya bangsa, untuk membangun leadership sehingga anak bisa berkontribusi dalam perubahan dan masyarakat, dilakukan dengan sistem among melalui menuntun, memberi dorongan dan doa terbaik dari seorang pendidik
Selasa, 28 Juni 2022
TRANSFORMASI PENDIDIKAN INDONESIA ALA KI HAJAR DEWANTARA
Indonesia harus
merasa beruntung memiliki tokoh pendidikan seperti Raden Mas
Suwardi Surjaningrat atau dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Beliau sudah
memperkenalkan kepada kita tentang hakekat pendidikan yang ingin mencapai titik tertinggi
manusia yaitu selamat dan bahagia
sebagai manusia dan memberikan
kontribusi dalam masyarakat. Hakekat ini
sangat menghargai kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan yang unik dan memiliki
dasar bakat kecerdasan masing-masing.
Dalam rangka mengembangkan dan menumbuhkan
kodrat dasar tersebut maka seorang anak memiliki hak untuk tumbuh berkembang serta
belajar sesuai kondisinya, karena pada dasarnya seorang anak itu suka belajar
seperti hal nya ia suka bermain. Kehilangan
minat untuk belajar seperti halnya bermain dapat terjadi ketika anak kehilangan
daya dukung atau mungkin tekanan - tekanan dari sekitar
yang membuat ia ketakutan atau kehilangan antusiasme dalam belajar. Agar
antusias belajar ini tidak hilang, orang dewasa disekitarnya atau seorang
pendidik perlu memperhatikan cara mendidik dan mengajar, yang oleh Ki Hajar Dewantara diperkenalkan dengan nama sistem
among, yaitu memberi tuntunan. Sistem among ini bermakna menemani atau memberi
dorongan agar si anak mampu memperbaiki perilakunya tanpa harus kehilangan
keunikannnya. Sistem among yang diperkenalkan ada 3 yaitu Ing Ngarsa Sung
Tuladha, di depan memberi contoh, Ing Madya Mangun Karsa, di tengah menumbuhkan
semangat , Tut Wuri Handayani, di belakang memberikan dorongan. Pendidikan ini oleh KHD lebih dikenal sebagai
pendidikan yang menghamba kepada anak, karena anak adalah sentral yang akan menjadi objek , dan seorang
pendidik akan mengerahkan segala kemampuan untuk memperbaiki perilakunya
sehingga cipta rasa karsa dan jasmaninya bisa terasah dalam kehidupan.
Pengasahan potensi- potensi tadi bisa diibaratkan seorang petani yang merawat
tanaman, agar benih padi unggul bisa menghasilkan panen pada saatnya maka
petani harus memperhatikan kebutuhan pupuk, air, tanah,
bila perlu mencabut gulma dan tanaman pengganggu disekitarnya. Menjaga lingkungan
agar anak tetap mengikuti kodrat alam dan zaman inilah membutuhkan budaya positif.
Budaya positif
bagi pendidikan dengan system among yang
diberikan ini diharapkan mampu menumbuhkembangkan
tujuan sebagai manusia seutuhnya yang selamat dan bahagia dan memberi
kontribusi dalam masyarakat. Dalam kehidupan sekarang tujuan ini secara jelas dapat dilihat pada
pencapaian profil pelajar Pancasila dimana seorang anak diharapkan memiliki
keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME
dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global,
bergotong royong, kreatif, bernalar kritis dan memiliki
kemandirian. Mencapai profil tersebut di
masa sekarang tetap relevan menggunakan sistem among/menuntun yang diperkenalkan oleh Ki hajar Dewantara versi abad 21 yaitu dengan cara berkolaborasi , mengajak berfikir kritis reflektif , selalu membangun komunikasi
yang tepat , meningkatkan kreatifitas
dalam kehidupan. Apabila hal-hal yang sudah disebutkan di atas bisa dilakukan
maka transformasi pendidikan di Indonesia untuk
pencapaian profil pelajar Pancasila di era revolusi industry ini akan
dapat tercapai.
Rabu, 14 Juli 2021
Resiliensi ( adaptasi teknologi)
RESILIENSI (ADAPTASI TEKNOLOGI)
Saya sadar menghadapi perkembangan teknologi informasi yang luar biasa membuat banyak lorang merasa tidak percaya diri, karena merasa tidka menguasai. satu teknologi kita kuasai, dalam hitungan bulan, sudah muncul teknologi yang baru. kondisi seperti ini bisa menimbulkan rasa minder, tidak ahanya para guru yang sudah menua tetapi juga pelajar pelajar yang tidak bisa menggunakan perangkat teknologi ini.
saya berfikir bahwa butuh sesuatu untuk keluar dari kondisi ini., yaitu satu kekuatan, yang disebut resilensi. Resiliensi oleh para pakar psikologi diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk keluar atau bangkit setiap kali mengalami desakan mundur atau bahkan kekalahan. Bahasa lain yang mudah dikenali adalah daya lenting. Dalam menghadapi lompatan teknologi informatika khususnya pembelajaran di era sekarang ini, terasa sekarang seseorang harus marathon dalam mengikutinya pada saat ia ingin bisa benar benar unggul dan berada di barisan depan. Posisi melakukan marathon ini kadang orang itu akan berhasil tapi kadang juga mengalami ketertinggalan. Nah resilient itu memanfaatkan keunggulan untuk kemudian bisa melejit lebih tinggi lagi disaat fase ketertinggalan dan mengangap ketertinggalan itu adalah sesuatu yang biasa. Mengatur tenaga menjadi hal yang sangat fundamental, seperti juga mengukur sejauh mana kita dengan garis finish, sehingga energi yang kita keluarkan menjadi terukur.
Bagi kita yang merasa harus beradaptasi dengan teknologi, beberapa tips yang bisa dilakukan adalah
1. jangan merasa panik, dan tidak terburu buru. tidak bisa itu bukan aib, dan kondisi tenang akan mempermudah seseorang mengoptimalkan kemampuan dalam belajar
2. gunakan komunitas sebagai arena berbagi, bertukar pengalaman, seseorang kadang malu menyampaikan ketidak tahuannya dan solusi apa yang harus dia dapatkan, bertanya dalam komunitas akan mempercepat pembelajaran dan meningkatkan daya lenting. karena masalah satu orang bisa jadi adalah masalah yang lain. semakin banyak masalah yang dibicarakan dan ada solusi yang dilakukan, maka semakin banyak anggota komunitas tersebut belajar.
3. membuka diri dan jangan malu untuk bertanya. sekali lagi. tidak tahu di era teknologi ini bukan aib. karena begitu beragamnya teknologi yang beredar dan perkembangannya sangat pesat, seseorang ahli disatu bidang belum tentu menguasai bidang yang lain.
4. luangkan waktu untuk belajar. membutuhkan waktu khusus untuk menguasai sebuah teknologi, dan memang harus kita luangkan.
https://www.instagram.com/p/CRT3QvILAUn/?utm_medium=share_sheet
Jumat, 02 Juli 2021
LITERASI DIGITAL
Digital teknologi, bukan hal yang aneh bagi anak muda sekarang. Tetapi untuk bapak ibu guru yang berusia diatas 40 tahun , ada lompatan teknologi yang harus dilalui. Bapak ibu guru ini memiliki kesempatan menyaksikan dua masa yang berbeda yaitu masa konvensional, saat belum muncul gadget dan masa milineal yang semua serba memanfaatkan teknologi IT.
Sebagai seorang guru saat ini, melek teknologi digital menjadi sebuah keharusan, apabila para guru ini menginginkan sebuah pembelajaran yang menarik, berpusat pada anak, berdasar kebutuhan dan minat anak. Kemampuan mengoperasikan dan memanfaatkan IT harus mampu dikejar. Ketertinggalan itu tidaklah membuat guru putus asa, ketika seorang guru sudah membuktikan bahwa ia seorang pembelajar sepanjang hayat maka belajar IT pun mampu ia lakukan.
Pembelajar sepanjang hayat adalah kunci kesiapan memasuki dunia digital dan memanfaatkan IT. Berdasarkan pengalaman pribadi, bergelut dengan dunia digital dan memanfaatkan semua sarana untuk pembelajaran saat ini membutuhkan keberanian besar diawal. Rasa ketakutan salah pencet, merusak aplikasi, tidak tahu prosedur atau bagaimana ketika ada kesalahan tentulah pengalaman yang cukup menegangkan. Inilah yang membedakan dengan anak sekarang, mereka dengan sangat percaya diri mencoba semua tombol dalam gadget tanpa ada rasa takut salah, sehingga pengalaman belajar mereka lebih banyak dan hasil belajar mereka lebih maksimal.
Untuk saat ini bagi seorang guru, menguasai aplikasi berbasis teks dan angka, seperti word, excel, powerpoint sudah menjadi teman dalam bekerja. Pemanfaatan aplikasi online seperti google form untuk pembuatan dokumen, google classroom sebagai kelas maya bagi anak juga sebuah hal biasa di masa pandemi dengan pembelajaran jarak jauh. Kepiawaian itu perlu didukung dengan editing video, editing photo atau pembuatan poster, kemampuan mentransfer file dengan extension tertentu ke yang lainnya juga mulai haraus dikuasai. semua itu bisa dilakukan dengan belajar mandiri ataupun meminta bantuan orang orang yang lebih ahli. Dunia maya seperti facebook, whatapps, instagram pun bisa dijadikan media belajar saat ini. Untuk dunia pendidikan saat ini pembelajaran akan lebih efektif ketika kita menguasai teknologi informasi di sekolah adalah G Suite, PPT Slide, Google Classroom, Google Form, Zoom meeting, Google Meet, dan pengelolaan nilai online.
Bagi sekolah, ketika ingin memanfaatkan IT maka sarana dan prasarana harus disiapkan, yang tidak lepas juga dengan kondisi peserta didik dan orangtua , karena ini berkaitan dengan sinyal, kesiapan kuota dan gadget yang memadai Kata kunci pentingnya adalah mau membuka diri dan tidak malu untuk terus belajar. MERDEKA BELAJAR. Seperti dalam tayangan berikut, yang bisa disaksikan GURUKU TIDAK CUPU.
Kamis, 01 Juli 2021
KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN
Pelaksanaan kurikulum paradigma baru akan dimulai di tahun ajaran 2021/2022. Kurikulum ini akan dilaksanakan terbatas pada sekolah -sekolah yang ditunjuk untuk kemudian dikembangkan di tahun selanjutnya. Kurikulum opersional yang dikembangkan di sekolah memiliki prinsip kontekstual. Mengapa harus kontekstual? Konstektual berarti menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industry. Artinya Kurikulum operasional sangat dipengaruhi oleh karakter sekolah, sehingga sekolah mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan. setiap sekolah memiliki aset, daya dukung, karakteristik yang berbeda, maka penting bagi sekolah untuk melaksanakan analisis lingkungan sekolah sebelum membuat kruikulum operasional satuan pendidikan.
Sekali lagi, dalam pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan, semua pihak akan memiliki peran yang dimulai dari perumusan visi, misi dan tujuan sebagai pedoman seluruh warga sekolah bergerak bersama. Semua unusr perlu dilibatkan dengan cara yang bisa dikemas dan dirumuskan oleh tim yang sudah dibentuk oleh sekolah.
Pelibatan dan penempatan peran masing-masing pihak dalam pelaksanaan kurikulum bisa dimulai dengan membuat peta pemangku kepentingan, sehingga sekolah bisa menentukan langkah yang paling tepat untuk melibatkan semua unsur bagi pencapaian tujuan. Semakin banyak unsur yang mengenal dan memahami kurikulum paradigam baru maka dukungan akan semakin besar dan masif dan profil pelajar pancasila dapat diwujudkan.
Sabtu, 26 Juni 2021
KURIKULUM DAN PROFIL PELAJAR PANCASILA
Zaman terus berubah, kehidupan terus berganti. Menyimak pemaparan tentang kurikulum dan profil pelajar pancasila, satu kata yang dapat saya simpulkan adalah kata DINAMIS. Setiap guru harus siap dengan segala perubahan, sesuai arahan bapak pendidikan kita ada kodrat zaman yang tidak bisa dilawan, bahwa zaman terus bergerak, maka manusia didalamnya juga harus siap untuk bergerak seiring gerakan zaman. Mencermati arahan kerangka kurikulum, maka terlihat dan terbaca adanya integrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Keduanya saling berbagi tugas dalam sektor pendidikan ini,
FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA
Siapa tidak mengenal Ki hajar Dewantara. Sosok yang sangat inspiratif untuk pendidikan bangsa Indonesia. Ketika membaca dan mendengarkan pemikiran beliau tentang anak bangsa dan pendidikan di Indonesia, seakan membuat saya berputar dengan sejarah masa lampau. Sempat merenung dan terkaget sesaat. Seperti nyata, ketika mendengar kisah beliau, terbayang duduk di depan saya sosok kharismatik tersebut. Sebuah pemikiran yang sangat jernih dan muncul dari buah pemikiran yang sangat dalam. Pemahaman beliau tentang hakekat manusia, hakekat perubahan dan arti kebudayaan bagi perjalanan sebuah bangsa. Dalam benak saya, beliau seakan bisa menerawang bangsa ini berpuluh tahun dari kehidupan beliau. Sebuah kemestian bahwa bangsa ini akan terus bergerak, pendidikan akan tetap menjadi dasar bagi peradaban bangsa ini, anak- anak bangsa tetaplah harus memperhatikan kodrat alam, kodrat zaman kalau tetap ingin eksis dalam pertarungan antar bangsa. Eksistensi sebuah bangsa yang tetap berakar pada nilai nilai budaya bangsa, yang ditampilkan dengan penuh keyakinan diri. Semua harus berperan, para guru di sekolah, para pemimpin yang hahekatnya menjadi guru- guru bangsa haruslah meneladani konsep Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani. Para guru harus berani melakukan autokritik bahwa para siswa adalah sesosok merdeka, yang tetap ingin menjadi dirinya bukan diubah menjadi sosok lain, sehingga konsep memerdekakan pendidikan saatnya dikibarkan setiap masa. Konsep kemerdekaan dalam pendidikan berarti sejahtera dalam proses dan hasilnya, sehingga mereka menjadi manusia seutuhnya.
Sabtu, 15 Agustus 2020
MATERI GENETIKA
https://www.instagram.com/p/CD6oN_5JypJ/?igshid=1c4vgvusm6kka
Setiap makhluk di muka bumi ini tidak ada yang sama, hatta anak kembar identik sekalipun Hal ini diakibatkan karena makhluk hidup mempunyai materi genetik yang berbeda-beda. Materi genetik berada pada seluruh tubuh, pada setiap sel, setiap sel mengandung kromosom yang terdiri dari uraian gen. Gen adalah unit pewarisan sifat bagi organisme makhluk hidup. Gen mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai informasi genetik yang dibawa oleh setiap individu ke keturunannya dan sebagai pengatur metabolisme untuk perkembangan setiap mahkluk hidup. Dalam gen inilah terdapat materi genetik yaitu DNA dan RNA.
Berikut penjelasan mengenai pengertian DNA dan RNA.
DNA
DNA merupakan asam nukleat yang menyusun gen di dalam
inti sel. Selain itu DNA juga terdapat dalam mitrokondria, kloroplas, sentrol,
plastid dan sitoplasma. DNA merupakan materi genetik yang membawa informasi biologis
dari setiap makhluk dan beberapa virus. DNA
dibawa oleh setiap individu keketurunannya.
STRUKTUR DNA
Struktur DNA terdiri dari suatu molekul besar
kompleks dengan dua pita panjang saling berpilin membentuk heliks ganda. Setiap
DNA terbentuk dari ratusan hingga ribuan polimer nukleotida. Setiap nukleotida
terdiri dari:
§ Gula pentosa deoksiribosa atau 2-deoksiribosa (H−(C=O)−(CH2)−(CHOH)3−H)
§
Gugus fosfat atau Ostorifosfat (PO43-)
§
Basa nitrogen atau nukleobasa
Ikatan Kimia pada Rantai DNA
DNA tersusun atas beberapa ikatan rantai kimia. Ikatan kimia ini menyambungkan antara
gugus fosfat, basa, dan gula dalam susunan DNA.
§ Ikatan fosfodiester, yaitu ikatan kimia antara gugus fosfat dari satu
nukelotida dan gula dari nukleotida berikutnya.
§ Ikatan hidrogen, yaitu ikatan kimia antarpasangan basa nitrogen.
§ Ikatan antara gula deoksiribosa dan basa
nitrogen:
§
Deoksiadenosin monofosfat (dAMP): antara gula deoksiribosa
dan basa adenin.
§
Deoksiguanin monofosfat (dGMP): antara gula deoksiribosa
dan basa guanin.
§
Deoksisistidin monofosfat (dCMP): antara gula deoksiribosa
dan basa sitosin.
§ Deoksitimidin monofosfat (dTMP): antara gula deoksiribosa dan basa
timin.
§ Membawa
informasi genetik.
§ Memiliki
peran dalam pewarisan sifat.
§ Mengekspresikan
informasi genetik.
§ Menyintesis
molekul kimia lain.
§ Menduplikasikan
diri atau bereplikasi.
Sifat
DNA
Berikut beberapa karakteristik dari DNA yang terdapat
dalam makhluk hidup:
§ Jumlah DNA konstan pada setiap jenis sel
dan spesies.
§ Kandungan DNA dalam sel bergantung sifat
ploidi atau jumlah kromosom.
§ Bentuk DNA pada inti sel eukariotik
seperti benang yang tidak bercabang.
§ Bentuk DNA pada inti sel prokariotik,
plastid, dan mitokondria berbentuk sirkuler.
Replikasi DNA
Replikasi atau proses menduplikasikan diri ini
terjadi saat interfasi sebelum sel membelah dengan tujuan agar sel anakan hasil
pembelahan mengandung DNA yang identik dengan DNA sel induk. Jika terdapat
kesalahan pada proses ini, sifat pada sel-sel anakan akan mengalami perubahan.
Kemungkinan replikasi DNA melalui tiga model,
diantarannya:
§
Semikonservatif. Rantai ganda DNA lama
berpisah kemudian rantai baru disintesis pada masing-masing rantai DNA lama.
§ Konservatif. Rantai ganda DNA lama tidak berubah. Berfungsi
sebagai cetakan buat DNA baru.
§
Dispersif. Beberapa bagian dari kedua rantai DNA
lama digunakan sebagai cetakan DNA baru. Sehingga DNA lama dan baru
tersebar.
Dari ketiga model tersebut model semikonservatif
merupakan model yang
paling tepat untuk proses replikasi DNA. Replikasi semikonservatif ini berlaku
bagai organisme prokariotik maupun eukariotik. Bentuk replikasi DNA dapat
dipahami melalui gambar berikut:
RNA
Berbeda dengan DNA, RNA merupakan rantai tunggal polinukleotida.
Tiap
ribonukleotida terdiri dari 3 gugus molekul, yaitu gula 5 karbon (ribosa),
gugus fosfat, membentuk punggung RNA bersama ribosa, basa nitrogen, yang
terdiri dari basa purin yang sama dengan DNA sedangkan pirimidin berbeda, yaitu
sitosin dan urasil, dan gugus fosfat.
fungsi RNA
RNA berperan dalam proses sintesis protein di dalam
sel. Akan tetapi, pada beberapa jenis virus, RNA berperan seperti DNA untuk
membawa informasi genetik.
Macam-Macam
RNA
§
RNA
genetik, yaitu RNA yang berperan
seperti DNA dalam membawa informasi genetik. RNA tipe ini hanya ada
dalam beberapa jenis virus.
§ RNA nongenetik, yaitu RNA yang hanya berperan dalam proses sintesis
protein. RNA tipe ini ada dalam organisme yang memiliki DNA. Ada tiga macam RNA
nongenetik, yaitu:
§ RNA duta (mRNA), rantai tunggal panjang yang tersusun atas ratusan
nukleotida. RNA ini terbentuk melalui proses transkripsi di dalam inti sel oleh
DNA. Fungsi dari mRNA adalah sebagai pembawa kode genetik (kodon) dari inti sel
ke sitoplasma.
§ RNA pemindah (tRNA), rantai tunggal pendek yang dibentuk DNA
di dalam inti sel kemudian diangkut ke sitoplasma. Fungsi dari tRNA adalah
sebagai penerjemah kodon dari mRNA dan pengangkut asam-asam amino dari
sitoplasma ke ribosom.
RNA ribosom (rRNA) memiliki rantai tunggal, tidak bercabang, serta
fleksibel pada ribosom yang dibentuk DNA di dalam inti sel. Jumlahnya lebih
banyak daripada mRNA ataupun tRNA. Fungsi dari rRNA adalah sebagai mesin
perakit polipeptida pada sintesis protein.









.jpeg)







