Minggu, 18 Desember 2022

LOKAKARYA 3 PROGRAM GURU PENGGERAK

 


Gambar Peserta Kelas B Angkatan  6 DIY 

Lokakarya 3 Angkatan 6 DIY dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2022 di SMPN 4 Wonosari  Kabupaten Gunungkidul . Lokakarya ini mengusung tema tentang Peran Pemimpin Dalam Pembelajaran,  . merupakan pendalaman materi 2.1 dan 2.2 . Kegiatan ini akan mengajak peserta untuk mendemonstrasikan pemahaman mereka terhadap pembelajaran berdiferensiasi, kompetensi Sosial Emosional  dengan praktik mindfullness dan integrasi 5 kompetensi Sosial Emosional dalam pembelajaran, dan terakhir adanya rencana berbagi praktik baik terhadap rekan sejawat. Dari kegiatan ini diharapkan peserta menjadi yakin bahwa pembelajaran berdiferensiasi dan sosial emosional akan meningkatkan kualitas guru dalam proses dan hasil pembelajaran.

Gambar Simulasi Pembelajaran Berdiferensiasi


Gambar Simulasi Integrasi KSE Dalam Pembelajaran


Gambar Diskusi Merencanakan Berbagi Praktik Baik

Gambar Presentasi Hasil Diskusi 

Peserta lokakarya 3  kelas B angkatan 6 yang berjumlah 22 orang dengan 3 Pengajar Praktik, menyatakan senang dengan kegiatan dan mendapatkan pendalaman terhadap pembelajaran berdiferensiasi dan integrasi KSE sehingga mereka semakin mantap dalam mempraktikkan di sekolah masing-masing. 



Senin, 05 Desember 2022

LOKAKARYA 2 PGP ANGKATAN 6 DIY

 








Proses Pembelajaran di pendidikan Guru Penggerak merupakan sebuah perjalanan panjang pengembangan kompetensi dan dilakukan dengan melibatkan ekosistem sekolah, Prakarsa perubahan yang dilakukan seorang calon Guru Penggerak diharapkan  bisa diimplementasikan di sekolah, dan budaya positif tidak hanya untuk diri Calon Guru Penggerak tetapi nantinya bisa dilaksanakan di tingkat sekolah.  Kegiatan Lokakarya merupakan sebuah kegiatan yang mengumpulkan secara luring para peserta agar mereka dapat saling  kolaborasi, berbagi dan saling memberi masukan atau umpan balik dari rencana dan aksi nyata yang akan diimplementasikan  di sekolah. Menariknya karena peserta terdiri dari berbagai tingkatan maka para CGP  akan mendapat masukan dari berbagai sudut pandang yang akan membuat karya mereka lebih kaya. Pembelajaran melalui daring yang dilakukan peserta lewat modul dan aksi nyata yang sudah dilakukan peserta perlu mendapatkan penguatan melalui kegiatan luring. Lokakarya 2 ini adalah kegiatan luring untuk kegiatan  pendalaman peserta PGP terhadap modul 1.3 dan 1.4. 







LOKAKARYA 1 PROGRAM GURU PENGGERAK ANGKATAN 6 DIY

 


Proses Pembelajaran di pendiidkan Guru Penggerak merupakan sebuah perjalanan panjang pengembangan kompetensi dan dilakukan dengan melibatkan ekosistem sekolah, dan komunitas yang ada di sekolah, guru penggerak sebagai pemimpin pembelajaran diharapkana bisa mengerakkan komunitas yang ada atau membentuk komunitas yang baru bila komunitas tersebut belum ada di sekolahnya.


Kegiatan lokakarya 1 berjalan dengan lancar sesuai rencana dengan tahapan yang ada. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias dari awal sampai akhir, yang bisa ditunjukkan dari hasil pengisian evaluasi lokakarya yang menunjukkan baik .Tujuan belajar pada kegiatana tercapai dengan indicator yang diharapkan dapat terpenuhi. Peserta tampak antusias mengikuti kegiatan  peserta menyimpulkan bahwa komunitas praktisi sangat penting keberadaannya dan setiap CGP memiliki peran sangat besar dalam menggerakkan komunitas praktisi melalui 3 tahapan yaitu merintis, menumbuhkan, dan merwat berkelanjutan 

Rabu, 07 September 2022

LOKAKARYA ORIENTASI GURU PENGGERAK ANGKATAN 6 DIY 2022

 


Kegiatan lokakarya orientasi dilaksanakan tanggal 3 September 2022, mulai pukul 07,00 sd 16.30.Lokakarya dilaksanakan secara daring  dengan penanggungjawab BBGP Propinsi DIY.  Peserta kelas F hadir lengkap terdiri dari 7 peserta yang berada pada ampuan kelas F-1 dengan PP Siti Khasanah , hanya 2 peserta belum masuk datanya di  presensi pada sesi 2.

Kegiatan pembelajaran berjalan dinamis sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat oleh BBGP Propinsi DIY  yang terdiri dari 10 kegiatan. Mulai dari pembukaan, kekhawatiran dan harapan, perjalanan guru penggerak, posisi diri, rencana pengembangan 1, rencana pengembangan 2, portofolio digital  sampai dengan refleksi dan penutupan. Peserta mengikuti kegiatan dengan antusias, aktif dalam kegiatan baik memberikan respon dengan menjawab maupun bertanya. Bahkan ice breaking dapat dilakukan dengan melibatkan para peserta. Pada sesi 2 awal, peserta sempat terlihat tegang, dimungkinkan karena sinyal  di wilayah gunungkidul yang sedikit terganggu, dan para peserta sedang beradaptasi dengan system yang ada. Pada sesi 2 kegiatan interaktif dapat  berjalan dengan baik dan dapat  melibatkan  CGP,Kepala sekolah serta  Pengawas sekolah.

Produk yang dihasilkan dalam kegiatan lokakrya ini adalah 1) kesepakatan antara CGP dan kepala sekolah peserta PGP, 2) peta diri yang terdiri asesmen mandiri peserta untuk cek kompetensi yang dimiliki, kemudian hasil asemen dievaluasi oleh CGP 3) rencana pengembangan diri CGP selama 6 bulan ke depan.

Tujuan pembelajaran pada kegiatan lokakarya ini dapat tercapai dengan baik, yaitu memahami program guru penggerak baik alur,peran  tim pendukung dan kompetensi lulusan, guru penggerak dapat mengidentifikasi posisi diri pada kompetensi guru penggerak, guru penggerak dapat membuat rencana pengembangan, dukungan dan tantangan, guru penggerak memahami pentingnya membuat portofolio digital sebagai bagian dari penggembangan kompetensi,  bukti produk  dikumpulkan oleh CGP, sebagai pijakan untuk melaksanakan kegiatan PGP selama 6 bulan, dan telah mendapat dukungan dari Kepala Sekolah masing- masing.

Kesimpulan dari kegiatan ini adalah tercapainya tujuan belajar pada lokakarya orientasi oleh 7 peserta guru pengggerak dengan tim pendukung PP Siti khasanah pada kelas F baik mengidentifikasi harapan, kehawatiran PGP, mengidentifikasi tantangan dan merencanakan pengembangan kompetensi diri.

 

Kamis, 30 Juni 2022

 

SMKN1 Saptosari  tempat kami belajar terletak di JL Panggang Wonosari Saptosari Gunungkidul. Memasuki halaman sekolah ini , terasa, bangunan yang tertata dan tercat warna warni, dengan garis garis hijau sebagai lokasi pejalan kaki. Pagi hari tampak  Bapak ibu guru di depan gerbang sekolah, mengucapkan salam , tersenyum Ceria  menyambut kedatangan anak. Aktivitas pagi dimulai dengan masuk kelas masing-masing, anak mengikuti pelajaran dengan diampu guru masing-masing baik pelajaran normative adaptif  di kelas, di lapangan ataupun di bengkel atau laboratorium bagi yang produktif.  Kadang tampak anak -anak memegang HP untuk pembelajaran, mencari materi atau membuat video. Berbagai variasi kegiatan sudah dipilih bapak ibu guru untuk aktivitas pembalajaran di sekolah. Di sekolah kami bapak ibu  berwajah ceria  dalam menghadapi anak, sesekali tampak mereka berbicara serius atau terpantau  berbisik- bisIk, rupanya proses coaching terhadap anak- anak yang membutuhkan perhatian tetap akan ada di sudut- sudut sekolah.

Kadangkala pukul 07.00, masjid sekolah tampak ramai, untuk kelas yang mendapat jadwal  karakter dan ketaqwaan , dimana  anak melakukan kajian pagi , baca al quran maupun mendengarkan kajian. Bagi yang beragama selain Islam, ada kegiatan juga di perpustakaan atau aula sekolah.  Bahkan sebelum pukul 06.30, sudah ada anak- anak di lapangan yang memilih menjadi peserta kesemaptaan, untuk  memupuk kemampuan fisik dan kepemimpinan. Kegiatan sekolah ini sangat beragam, untuk kepentingan anak dan berdampak positif pada anak.  Anak berkegiatan di sekolah sampai sore tanpa ada perasaan jenuh.

Ada satu hal sangat menarik perhatian yaitu tentang sampah dan pembuangannya. Masih kami dapati anak - anak yang membuang sampah sembarangan, memasukkan sampah dalam laci , seandainya buang sampah ,kurang memperhatikan jenis- jenis sampah, walaupun sudah ada  tempat sampah yang dipilah. 

Kegiatan hukuman  kadang masih berlangsung untuk mengembalikan ketertiban bila ditegur anak tidak mengindahkannya.  Berdasarkan prinsip pendidikan yang memerdekakan, dimana tanggungjawab di bangun atas dasar kepahaman, memahami  tentang displin positif  dan mengubah hukuman menjadi  konsekuensi, maka muncul sebuah prakarsa perubahan yang dapat dikembangkan  di sekolah dalam pembelajaran.

Tantangan berupa kekurangpaham anak terhadap sampah, dampak dan kegunaannya akan diubah  melalui pembelajaran yang menyenangkan yaitu model PJBL.  Anak akan di rangsang untuk membentuk kelompok dan mencari tema, berdiskusi, riset sampai menampilkan aksi nyata berupa kampanye dan pembuatan produk daur ulang. Nantinya diharapkan muncul aksi nyata anak tergerak untuk mensosialisasikan atau mengkampanyekan pembuangan sampah pada tempatnya, memilah sampah serta produk daur ulang kepada semua warga sekolah.  Diharapkan dengan pembelajaran ini anak akan lebih mencintai kebersihan, membuang sampah pada tempatnya dan dipilah, saling mengingatkan bahkan mampu menubah sampah menjadi produk yang berguna. Semua itu merupakan upaya pembelajaran yang dapat meningkatkan kreativitas, komunikasi  kerjasama dan tanggungjawab anak terhadap lingkungan

 


Rabu, 29 Juni 2022



 PUISI PENDIDIKAN YANG MEMERDEKAKAN. 

Pendidikan yang dilakukan untuk merdeka (berangkat dari kemampuan diri, mandiri dan bertanggungjawaba), dilakukan secara  kontinyu (berkesinambungan) , konvergen tetap berpijak pada budaya bangsa, untuk membangun leadership sehingga anak bisa berkontribusi dalam perubahan dan masyarakat, dilakukan dengan sistem among melalui menuntun, memberi dorongan dan doa terbaik dari seorang pendidik



Selasa, 28 Juni 2022

 TRANSFORMASI PENDIDIKAN INDONESIA ALA KI HAJAR DEWANTARA

Indonesia harus merasa beruntung memiliki tokoh pendidikan seperti   Raden Mas Suwardi Surjaningrat atau dikenal dengan nama Ki Hajar Dewantara. Beliau sudah memperkenalkan kepada kita tentang hakekat  pendidikan yang ingin mencapai titik tertinggi manusia  yaitu selamat dan bahagia sebagai manusia dan  memberikan kontribusi  dalam masyarakat. Hakekat ini sangat menghargai kodrat manusia sebagai makhluk Tuhan yang unik dan memiliki dasar bakat  kecerdasan masing-masing.

 Dalam rangka mengembangkan dan menumbuhkan kodrat dasar tersebut maka seorang anak memiliki hak untuk tumbuh berkembang serta belajar sesuai kondisinya, karena pada dasarnya seorang anak itu suka belajar seperti  hal nya ia suka bermain. Kehilangan minat untuk belajar seperti halnya bermain dapat terjadi ketika anak kehilangan daya dukung atau mungkin tekanan - tekanan  dari sekitar  yang membuat ia ketakutan atau kehilangan antusiasme dalam belajar. Agar antusias belajar ini tidak hilang, orang dewasa disekitarnya atau seorang pendidik perlu memperhatikan cara mendidik dan mengajar, yang oleh Ki  Hajar Dewantara diperkenalkan dengan nama sistem among, yaitu memberi tuntunan. Sistem among ini bermakna menemani atau memberi dorongan agar si anak mampu memperbaiki perilakunya tanpa harus kehilangan keunikannnya. Sistem among yang diperkenalkan ada 3 yaitu Ing Ngarsa Sung Tuladha, di depan memberi contoh, Ing Madya Mangun Karsa, di tengah menumbuhkan semangat , Tut Wuri Handayani, di belakang memberikan dorongan.  Pendidikan ini oleh KHD lebih dikenal sebagai pendidikan yang menghamba kepada anak, karena anak adalah sentral  yang akan menjadi objek , dan seorang pendidik akan mengerahkan segala kemampuan untuk memperbaiki perilakunya sehingga cipta rasa karsa dan jasmaninya bisa terasah dalam kehidupan. Pengasahan potensi- potensi tadi bisa diibaratkan seorang petani yang merawat tanaman, agar benih padi unggul bisa menghasilkan panen pada saatnya maka petani harus memperhatikan kebutuhan pupuk, air,  tanah,  bila perlu mencabut gulma dan tanaman pengganggu disekitarnya. Menjaga lingkungan agar anak tetap mengikuti kodrat alam dan zaman inilah membutuhkan  budaya positif.

Budaya positif bagi pendidikan  dengan system among yang diberikan ini diharapkan  mampu menumbuhkembangkan tujuan sebagai manusia seutuhnya yang selamat dan bahagia dan memberi kontribusi dalam masyarakat. Dalam kehidupan sekarang  tujuan ini secara jelas dapat dilihat pada pencapaian profil pelajar Pancasila dimana seorang anak diharapkan memiliki keimanan dan ketaqwaan  kepada Tuhan YME dan berakhlak mulia, berkebhinekaan  global,  bergotong royong,  kreatif, bernalar kritis dan memiliki kemandirian.  Mencapai profil tersebut di masa sekarang   tetap relevan menggunakan  sistem among/menuntun yang diperkenalkan oleh Ki hajar Dewantara versi abad 21 yaitu  dengan cara berkolaborasi , mengajak berfikir  kritis reflektif , selalu membangun komunikasi yang tepat , meningkatkan  kreatifitas dalam kehidupan. Apabila hal-hal yang sudah disebutkan di atas bisa dilakukan maka transformasi pendidikan di Indonesia untuk  pencapaian profil pelajar Pancasila di era revolusi industry ini akan dapat tercapai.

Rabu, 14 Juli 2021

Resiliensi ( adaptasi teknologi)

 RESILIENSI   (ADAPTASI TEKNOLOGI)

Saya sadar  menghadapi perkembangan teknologi informasi yang luar biasa membuat banyak lorang merasa tidak percaya diri, karena merasa tidka menguasai. satu teknologi kita kuasai, dalam hitungan bulan, sudah muncul teknologi yang baru. kondisi seperti ini bisa menimbulkan rasa minder, tidak ahanya para guru yang sudah menua tetapi juga  pelajar pelajar yang tidak bisa menggunakan perangkat teknologi ini.   

saya berfikir bahwa butuh sesuatu untuk keluar dari kondisi ini., yaitu satu kekuatan, yang disebut resilensi.  Resiliensi oleh para pakar psikologi diartikan sebagai kemampuan seseorang untuk keluar  atau bangkit setiap kali mengalami desakan mundur atau bahkan kekalahan. Bahasa lain yang mudah dikenali adalah daya lenting. Dalam menghadapi lompatan teknologi informatika khususnya pembelajaran di era sekarang ini, terasa sekarang seseorang harus marathon dalam mengikutinya pada saat ia ingin bisa benar benar unggul dan berada di  barisan depan. Posisi melakukan marathon ini kadang orang itu akan berhasil tapi kadang juga mengalami ketertinggalan.  Nah resilient itu memanfaatkan keunggulan untuk kemudian bisa melejit lebih tinggi lagi disaat fase ketertinggalan dan mengangap ketertinggalan itu adalah sesuatu yang biasa. Mengatur tenaga menjadi hal yang sangat fundamental, seperti juga mengukur sejauh mana kita dengan garis finish, sehingga energi yang kita keluarkan menjadi terukur. 

Bagi kita yang merasa harus beradaptasi dengan teknologi,  beberapa tips yang bisa dilakukan adalah

1. jangan merasa panik, dan tidak terburu buru. tidak bisa itu bukan aib, dan kondisi tenang akan mempermudah seseorang mengoptimalkan kemampuan dalam belajar

2. gunakan komunitas sebagai arena berbagi, bertukar pengalaman, seseorang kadang malu menyampaikan ketidak tahuannya dan solusi apa yang harus dia  dapatkan, bertanya dalam komunitas akan mempercepat pembelajaran dan meningkatkan daya lenting. karena masalah satu orang bisa jadi adalah masalah yang lain. semakin banyak masalah yang dibicarakan dan ada solusi yang dilakukan, maka semakin banyak anggota komunitas tersebut belajar.

3. membuka diri dan jangan malu untuk bertanya. sekali lagi. tidak tahu di era teknologi ini bukan aib. karena begitu beragamnya teknologi yang beredar dan perkembangannya sangat pesat, seseorang ahli disatu bidang belum tentu menguasai bidang yang lain.

4. luangkan waktu untuk belajar. membutuhkan waktu khusus untuk menguasai sebuah teknologi, dan memang harus kita luangkan.


https://www.instagram.com/p/CRT3QvILAUn/?utm_medium=share_sheet



Jumat, 02 Juli 2021

LITERASI DIGITAL

         Digital teknologi, bukan hal yang aneh bagi anak muda sekarang. Tetapi untuk bapak ibu guru yang berusia diatas 40  tahun , ada lompatan teknologi yang harus dilalui. Bapak ibu guru ini memiliki kesempatan menyaksikan dua masa yang berbeda yaitu  masa konvensional, saat belum muncul gadget dan masa milineal  yang semua serba memanfaatkan teknologi IT.

         Sebagai seorang guru saat ini, melek teknologi digital   menjadi sebuah keharusan, apabila para guru ini menginginkan sebuah pembelajaran yang menarik, berpusat pada anak, berdasar kebutuhan dan minat anak.  Kemampuan mengoperasikan dan memanfaatkan IT harus mampu dikejar. Ketertinggalan itu tidaklah membuat guru putus asa, ketika seorang guru sudah membuktikan bahwa ia seorang pembelajar sepanjang hayat  maka belajar IT pun mampu ia lakukan. 

        Pembelajar sepanjang hayat adalah kunci  kesiapan memasuki dunia digital dan memanfaatkan IT. Berdasarkan  pengalaman pribadi, bergelut dengan dunia digital dan memanfaatkan semua sarana untuk pembelajaran saat ini membutuhkan keberanian besar diawal. Rasa  ketakutan salah pencet, merusak aplikasi, tidak  tahu prosedur atau bagaimana ketika ada kesalahan tentulah pengalaman yang cukup menegangkan. Inilah yang membedakan dengan anak sekarang,  mereka dengan sangat percaya diri mencoba semua tombol dalam gadget tanpa ada rasa takut salah, sehingga pengalaman belajar mereka lebih banyak dan hasil belajar mereka lebih maksimal.

    Untuk saat ini bagi seorang guru, menguasai aplikasi berbasis teks dan angka, seperti  word, excel, powerpoint sudah menjadi teman dalam bekerja. Pemanfaatan aplikasi online seperti google form untuk pembuatan dokumen, google classroom sebagai  kelas maya bagi anak juga sebuah hal biasa di masa pandemi dengan pembelajaran jarak jauh. Kepiawaian itu perlu didukung dengan editing video, editing photo atau pembuatan poster, kemampuan mentransfer file dengan extension tertentu ke yang lainnya juga mulai haraus dikuasai. semua itu bisa dilakukan dengan belajar mandiri ataupun meminta bantuan orang orang yang lebih ahli. Dunia maya seperti facebook, whatapps, instagram pun bisa dijadikan media belajar saat ini. Untuk dunia pendidikan saat ini pembelajaran akan lebih efektif ketika kita menguasai teknologi informasi  di sekolah adalah G Suite, PPT Slide, Google Classroom, Google Form, Zoom meeting, Google Meet, dan pengelolaan nilai online. 

    Bagi sekolah, ketika ingin memanfaatkan IT maka sarana dan prasarana harus disiapkan, yang tidak lepas juga dengan kondisi peserta didik dan orangtua , karena ini berkaitan dengan sinyal, kesiapan kuota dan gadget yang memadai  Kata kunci pentingnya adalah mau membuka diri dan tidak malu untuk terus belajar. MERDEKA BELAJAR. Seperti dalam tayangan berikut, yang bisa disaksikan GURUKU TIDAK CUPU. 



Kamis, 01 Juli 2021

KURIKULUM OPERASIONAL SATUAN PENDIDIKAN

         

             Pelaksanaan kurikulum paradigma baru akan dimulai di tahun ajaran 2021/2022. Kurikulum ini akan dilaksanakan terbatas pada sekolah -sekolah yang ditunjuk untuk kemudian dikembangkan di tahun selanjutnya. Kurikulum  opersional  yang dikembangkan di sekolah memiliki prinsip kontekstual.  Mengapa harus kontekstual? Konstektual berarti menunjukkan kekhasan dan sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan, konteks sosial budaya dan lingkungan, serta dunia kerja dan industry.  Artinya  Kurikulum operasional sangat dipengaruhi oleh karakter sekolah, sehingga  sekolah  mengembangkan kurikulum operasional berdasarkan kerangka dan struktur kurikulum, sesuai karakteristik dan kebutuhan satuan pendidikan. setiap sekolah memiliki aset, daya dukung, karakteristik yang berbeda, maka penting bagi sekolah untuk melaksanakan analisis lingkungan sekolah sebelum membuat kruikulum operasional satuan pendidikan.

     Kurikulum operasional satuan pendidikan  perlu melibatkan semua komponen sekolah, baik tenaga kependidikan maupun pendidik termasuk didalamnya manajemen sekolah, bahkan siswa sebagai objek sekaligus subyek dalam pelaksanaan pembelajaran berpusat pada siswa wajib diikutkan  dalam penyusunan kurikulum ini. Bagaimana caranya? melalui kuisioner atau hasil wawancara yang dikumpulkan sebagai data oleh sekolah yang dianalisis oleh tim sebagai bahan penyusunan kurikulum.  Selain pihak internal, pihak eksernal juga harus  dilibatkan dalam penyusunan kurikulum ini yang lebih dikenal sebagai kegiatan penyelarasan kurikulum. Misalnya pihak IDUKA, mitra dalam kegiatan eksternal dan penyaluran tenaga kerja. Pihak sekolah juga bisa melibatkan pihak akademisi yang  ada disekitar dan bisa dimintai sumbangan keilmuan dalam pelaksaan kurikulum ini. Sinergi antara sekolah dengan pendidikan vokasi dan IDUKA diharapkan akan mampu menghasilkan lulusan- lulusan yang memenuhi standar- standar yang telah ditetapkan dan pencapaian profil pelajar pancasila. serta meningkatkan serapan lulusan SMK di dunia industri. 

        Sekali lagi, dalam pengembangan kurikulum operasional satuan pendidikan, semua pihak akan memiliki  peran yang  dimulai dari perumusan visi, misi dan tujuan sebagai  pedoman seluruh warga sekolah bergerak bersama. Semua unusr perlu dilibatkan dengan cara yang bisa dikemas dan dirumuskan oleh tim yang sudah dibentuk oleh sekolah.

       Pelibatan dan penempatan peran masing-masing pihak dalam pelaksanaan kurikulum  bisa dimulai dengan membuat peta pemangku kepentingan, sehingga sekolah bisa menentukan langkah  yang paling tepat  untuk melibatkan semua unsur bagi pencapaian tujuan. Semakin banyak unsur yang  mengenal dan memahami  kurikulum paradigam baru maka dukungan akan semakin besar dan masif  dan  profil pelajar pancasila dapat diwujudkan.




Sabtu, 26 Juni 2021

KURIKULUM DAN PROFIL PELAJAR PANCASILA

         Zaman terus berubah, kehidupan terus berganti. Menyimak pemaparan tentang kurikulum dan profil pelajar pancasila, satu kata yang dapat saya simpulkan adalah kata DINAMIS. Setiap guru harus siap dengan segala perubahan, sesuai arahan bapak pendidikan kita ada kodrat zaman yang tidak bisa dilawan, bahwa zaman terus bergerak, maka manusia didalamnya juga harus siap untuk bergerak seiring gerakan zaman. Mencermati arahan kerangka kurikulum, maka terlihat dan terbaca adanya integrasi antara pemerintah pusat dan daerah. Keduanya saling berbagi tugas dalam sektor pendidikan ini,  

Pemerintah pusat memiliki kewenangan untuk menetapkan Profil Pelajar Pancasila, struktur dasar mata pelajaran dan program penguatan profil pelajar Pancasila serta prinsip pembelajaran dan asesmen. sedangkan satuan pendidikan.  memiliki keleluasaan dalam merancang kurikulum operasional sekolah dan modul ajar untuk memfasilitasi pembelajaran yang sesuai dengan tingkat kompetensi siswa. Pembagian ini sebagai upaya untuk menterjemahkan dan mengimplementasikan konsep memerdekakan pendidikan. Untuk apa semua itu?   semata mata untuk mencapai goal bersama mencetak profil lulusan yang bertujuan menunjukkan karakter dan kompetensi yang diharapkan diraih dan menguatkan nilai-nilai luhur Pancasila peserta didik dan para pemangku kepentingan. Sebuah uapay riel menggabungkan berbagai masukan dari para Ahli Materi , Ahli Pendidikan,  Pakar Psikologi Perkembangan.,Organisasi profesi dan Praktisi di masing-masing bidang. 


FILOSOFI PENDIDIKAN KI HAJAR DEWANTARA

         Siapa tidak  mengenal Ki hajar Dewantara. Sosok yang sangat inspiratif untuk pendidikan bangsa Indonesia.   Ketika membaca dan mendengarkan pemikiran beliau tentang anak bangsa dan pendidikan di Indonesia,  seakan membuat saya berputar dengan sejarah masa lampau. Sempat merenung dan terkaget sesaat. Seperti nyata, ketika mendengar kisah beliau, terbayang duduk di depan saya sosok kharismatik tersebut. Sebuah pemikiran yang sangat jernih dan muncul dari buah pemikiran yang sangat dalam. Pemahaman beliau tentang hakekat manusia, hakekat perubahan dan arti kebudayaan bagi perjalanan sebuah bangsa. Dalam benak saya, beliau seakan bisa menerawang bangsa ini berpuluh tahun dari  kehidupan beliau.  Sebuah kemestian bahwa bangsa ini akan terus bergerak, pendidikan akan tetap menjadi dasar bagi peradaban bangsa ini,  anak- anak bangsa tetaplah harus memperhatikan kodrat alam, kodrat zaman  kalau tetap ingin eksis dalam pertarungan  antar bangsa. Eksistensi sebuah bangsa yang tetap berakar pada nilai nilai budaya bangsa, yang ditampilkan dengan penuh keyakinan diri. Semua harus berperan, para guru di sekolah,  para pemimpin yang hahekatnya menjadi  guru- guru bangsa haruslah meneladani konsep Ing ngarsa sung tuladha, Ing madya mangun karsa, Tut wuri handayani.  Para guru harus berani melakukan autokritik bahwa para siswa adalah sesosok merdeka, yang tetap ingin menjadi dirinya bukan diubah menjadi sosok lain, sehingga konsep memerdekakan pendidikan saatnya dikibarkan setiap masa. Konsep  kemerdekaan dalam pendidikan berarti sejahtera dalam proses dan hasilnya, sehingga  mereka  menjadi manusia seutuhnya.



Sabtu, 15 Agustus 2020

                                                                MATERI GENETIKA


https://www.instagram.com/p/CD6oN_5JypJ/?igshid=1c4vgvusm6kka

    Setiap makhluk di muka bumi ini tidak ada yang sama, hatta anak kembar identik sekalipun Hal ini diakibatkan karena makhluk hidup mempunyai materi genetik yang berbeda-beda. Materi genetik berada pada seluruh tubuh, pada setiap sel, setiap sel mengandung kromosom yang terdiri dari uraian gen. Gen adalah unit pewarisan sifat bagi organisme makhluk hidup. Gen mempunyai dua fungsi, yaitu sebagai informasi genetik yang dibawa oleh setiap individu ke keturunannya dan sebagai pengatur metabolisme untuk perkembangan setiap mahkluk hidup.  Dalam gen inilah terdapat materi genetik yaitu DNA dan RNA.

    Berikut penjelasan mengenai pengertian DNA dan RNA.

DNA


    DNA merupakan asam nukleat yang menyusun gen di dalam inti sel. Selain itu DNA juga terdapat dalam mitrokondria, kloroplas, sentrol, plastid dan sitoplasma. DNA merupakan materi genetik yang membawa informasi biologis dari setiap makhluk dan beberapa virus. DNA dibawa oleh setiap individu keketurunannya.

STRUKTUR DNA


Struktur DNA terdiri dari suatu molekul besar kompleks dengan dua pita panjang saling berpilin membentuk heliks ganda. Setiap DNA terbentuk dari ratusan hingga ribuan polimer nukleotida. Setiap nukleotida terdiri dari:

§  Gula pentosa deoksiribosa atau 2-deoksiribosa (H−(C=O)−(CH2)−(CHOH)3−H)


§  Gugus fosfat atau Ostorifosfat (PO43-)

§  Basa nitrogen atau nukleobasa


Ikatan Kimia pada Rantai DNA

 DNA tersusun atas beberapa ikatan rantai kimia. Ikatan kimia ini menyambungkan antara gugus fosfat, basa, dan gula dalam susunan DNA.

§  Ikatan fosfodiester, yaitu ikatan kimia antara gugus fosfat dari satu nukelotida dan gula dari nukleotida berikutnya.

§  Ikatan hidrogen, yaitu ikatan kimia antarpasangan basa nitrogen.

§  Ikatan antara gula deoksiribosa dan basa nitrogen:

§  Deoksiadenosin monofosfat (dAMP): antara gula deoksiribosa dan basa adenin.

§  Deoksiguanin monofosfat (dGMP): antara gula deoksiribosa dan basa guanin.

§  Deoksisistidin monofosfat (dCMP): antara gula deoksiribosa dan basa sitosin.

§  Deoksitimidin monofosfat (dTMP): antara gula deoksiribosa dan basa timin.


§  Membawa informasi genetik.

§  Memiliki peran dalam pewarisan sifat.

§  Mengekspresikan informasi genetik.

§  Menyintesis molekul kimia lain.

§  Menduplikasikan diri atau bereplikasi.

Sifat DNA

Berikut beberapa karakteristik dari DNA yang terdapat dalam makhluk hidup:

§  Jumlah DNA konstan pada setiap jenis sel dan spesies.

§  Kandungan DNA dalam sel bergantung sifat ploidi atau jumlah kromosom.

§  Bentuk DNA pada inti sel eukariotik seperti benang yang tidak bercabang.

§  Bentuk DNA pada inti sel prokariotik, plastid, dan mitokondria berbentuk sirkuler.

Replikasi DNA

Replikasi atau proses menduplikasikan diri ini terjadi saat interfasi sebelum sel membelah dengan tujuan agar sel anakan hasil pembelahan mengandung DNA yang identik dengan DNA sel induk. Jika terdapat kesalahan pada proses ini, sifat pada sel-sel anakan akan mengalami perubahan.

Kemungkinan replikasi DNA melalui tiga model, diantarannya:

§  Semikonservatif. Rantai ganda DNA lama berpisah kemudian rantai baru disintesis pada masing-masing rantai DNA lama.

§  Konservatif. Rantai ganda DNA lama tidak berubah. Berfungsi sebagai cetakan buat DNA baru.

§  Dispersif. Beberapa bagian dari kedua rantai DNA lama digunakan sebagai cetakan DNA baru. Sehingga DNA lama dan baru tersebar.

Dari ketiga model tersebut model semikonservatif merupakan model yang
paling tepat untuk proses replikasi DNA. Replikasi semikonservatif ini berlaku bagai organisme prokariotik maupun eukariotik. Bentuk replikasi DNA dapat dipahami melalui gambar berikut:

RNA

Berbeda dengan DNA, RNA merupakan rantai tunggal polinukleotida. Tiap
ribonukleotida terdiri dari 3 gugus molekul, yaitu gula 5 karbon (ribosa), gugus fosfat, membentuk punggung RNA bersama ribosa, basa nitrogen, yang terdiri dari basa purin yang sama dengan DNA sedangkan pirimidin berbeda, yaitu sitosin dan urasil, dan gugus fosfat.

fungsi RNA

RNA berperan dalam proses sintesis protein di dalam sel. Akan tetapi, pada beberapa jenis virus, RNA berperan seperti DNA untuk membawa informasi genetik.

Macam-Macam RNA

§  RNA genetik, yaitu RNA yang berperan seperti DNA dalam membawa informasi genetik. RNA tipe ini hanya ada dalam beberapa jenis virus.

§  RNA nongenetik, yaitu RNA yang hanya berperan dalam proses sintesis protein. RNA tipe ini ada dalam organisme yang memiliki DNA. Ada tiga macam RNA nongenetik, yaitu:

§  RNA duta (mRNA), rantai tunggal panjang yang tersusun atas ratusan nukleotida. RNA ini terbentuk melalui proses transkripsi di dalam inti sel oleh DNA. Fungsi dari mRNA adalah sebagai pembawa kode genetik (kodon) dari inti sel ke sitoplasma.

§  RNA pemindah (tRNA), rantai tunggal pendek yang dibentuk DNA di dalam inti sel kemudian diangkut ke sitoplasma. Fungsi dari tRNA adalah sebagai penerjemah kodon dari mRNA dan pengangkut asam-asam amino dari sitoplasma ke ribosom.

RNA ribosom (rRNA) memiliki rantai tunggal, tidak bercabang, serta fleksibel pada ribosom yang dibentuk DNA di dalam inti sel. Jumlahnya lebih banyak daripada mRNA ataupun tRNA. Fungsi dari rRNA adalah sebagai mesin perakit polipeptida pada sintesis protein.